Normal view

Benarkah Airlangga Hingga Budi Gunawan Masuk Bursa Cawapres 2019 ?

Baru ini di

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto–MI/MOHAMAD IRFAN

Jakarta: Sejumlah nama mulai bermunculan untuk menjadi calon wakil presiden dalam pemilihan umun (Pemilu) 2019. Nama-nama tersebut mulai dari kalangan partai politik, militer hingga tokoh nasional.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei, dari kalangan partai politik muncul dua nama yakni Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Kepala BIN Budi Gunawan. Tingkat popularitas Airlangga sebesar 25 persen, sedangkan BG sebesar 16 persen.

Peneliti LSI Adjie Alfaraby menjelaskan, nama BG muncul dari kalangan partai politik karena faktor kedekatannya dengan PDI Perjuangan. Menurut dia, sejarah membawa BG melambung dengan simbol PDI Perjuangan. 

"Sementara Airlangga Hartarto juga datang tak terduga. Sejarah pula yang membawanya menjadi Ketum Golkar dalam “injury time,” dan momen menentukan," ucap Adjie dalam keterangannya, Jakarta, Jumat, 2 Februari 2018.

Baca4 Pesaing Jokowi pada Pilpres 2019 Versi LSI

Adjie mengatakan, pihaknya hanya memasukan dua nama yang berlatar belakang partai politik sebagai cawapres, karena PDIP dan Golkar punya kekuatan bargaining lebih besar dibandingkan partai lain. 

Untuk cawapres berlatar belakang militer, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan popularitas sebesar 71,2 persen, Gatot Nurmantyo sebesar 56,5 persen dan Moeldoko sebesar 18,0 persen. 

"Meskipun popularitas Moeldoko masih rendah, namun masuknya Moeldoko dalam kabinet Jokowi membuka peluang memainkan langkah gambit," kata Adjie.

Dari bursa cawapres berlatar belakang Islam, ada 2 nama yang berpeluang dibanding tokoh yang lain. Mereka yakni Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan tingkat popularitas sebesar 32,4 persen dan TGH M. Zainul Majdi (TGB), yang popularitasnya sebesar 13,9 persen. 

"Cak Imin sudah pula mulai aktif melakukan sosialisasi sebagai cawapres. Sungguh pun tingkat pengenalan Zainul Majdi masih rendah, namun tingkat kesukaan publik yang mengenalnya sangat tinggi, di atas 70 persen," ujar dia.

Dari provinsi strategis yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, hanya nama Anies Baswedan yang sementara ini muncul. Ketiga provinsi besar lain baru akan melakukan pemilihan kepala daerah Juni 2018. 

"Keempat daerah ini disebut strategis karena populasi pemilih besar. Keempat daerah ini juga punya daya tarik media," kata dia.

Survei ini dilakukan pada 7 Januari-14 Januari 2018 dengan metode multistage random sampling. Ada 1.200 responden yang disurvei dengan margin of error survei 2,9 persen.

lanjutkan

Metrotvnews Channel RSS Feed , butuh software kasir / resto ? hubungi 0838 655 955 35

Leave a comment





Berita lainya :

    Hari ini Zahir tak hanya layani aplikasi akuntansi, tapi sales hingga inventory

    Setelah ini 17 Inisiatif Teknologi Indonesia Masuk Anugerah PBB

    Benarkah Penolakan Permenhub 108 Disebut tak Rasional ?